Sejarah
Singkat DVD
Pada awak
tahun 1990-an, perusahaan-perusahaan maju yang ikut serta dalam pengembangan
tekologi optik (CD) mengusulkan pengunaan media baru yang memberikan jaminan
akan daya tampung yang lebih besar. Usulan dari perusahaan-perusahaan akan
media baru inilah yang kita kenal dengan nama DVD sekarang ini.
Perusahaan-perusahaan yang peduli akan perkembangan teknologi optik ini
kemudian membentuk suatu konsorsium yang terdiri atas: JVc, Hitachi,
Matsushita, Mitsubishi, Philips, Pioneer, Sony, Thompson, Time-Warner, dan
Toshiba. Tapi, tidak lama kemudian akan aktif lagi dan digantikan dengan
kehadiran forum DVD. Teknologi DVD pertama kali diperkenalkan oleh negara
Jepang pada tahun 1996. Tidak lama kemudian, format ini mulai masuk ke pasar Amerika
dan sekarang telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia. Jika anda
cermati, berbagai jenis PC bermerek yang ada di pasaran juga mulai mengunakan
drive DVD bahkan ada juga yang menyertakan DVD writer dibandingkan mengunakan
CD-ROM aau CD Writer.
Format DVD
memiliki sejarah yang penuh dengan ketidakpastian serta mendapat berbagai
proses dari berbagai pihak. Format DVD yang menjadi kontroversial ini diawali
oleh berbagai protes yang datang dari studio film pada tahun 1996. Di mana pada
saat itu banyak studio film yang mengkwatirkan akan kedatangan format ini malah
akan menambah jumlah pembajakan akan teknologi optik seperti halnya CD musik
atau film yang dapat dengan mudah didapatkan dengan harga murah bahkan gratis.
Perdebatan antara studio film dengan format DVD mengakibatkan format ini agak
tertunda selama hampir 1 tahun. Setelah itu, format ini juga mengalami masalah
dalam hal format DVD yang berbagai jenis di pasaran.
Keunggulan
Teknologi DVD
DVD memang
merupakan teknologi yang hebat tapi apa saja keunggulan yang dimiliki format
baru ini? Berikut adalah keunggulan dari DVD :
- Kapasitas yang jauh lebih besar
Dengan daya
tampung yang esar maka DVD dapat menyimpan video berdurasi kurang lebih 2 jam
dengan kualitas tinggi
- Dukungan terhadap Wide-Screen
Dengan
format ini, anda dapat melihat film layar lebar yang memakai format widescreen
atau biasa disebut layar lebar menguakan aspect ratio (16:3)
- Materi yang terstruktur
Video yang
berdurasi lama dapat dibuat lebih terstruktur dengan membagi bagian video dalam
bentuk indeks. Jadi, anda yang mempunyai video kenangan perkawinan, atau video
uang tahun anda dapat langsung melihat atau memutar adegan yang diinginkan
tanpa harus melihat video dari awal atau mengunakan navigasi yang ada ada di
player multimedia.
- Video terlihat lebih menarik
Video yang
mengunakan format DVD dapat terlihat lebih menarik karena dapat membuat video
pembuka yang mendukung multimedia seperti roll-over, suara background, label,
slow motion, freeze, fast forward, dll
- Lebih tahan lama
Seperti
halnya CD, DVD mempunyai ketahanan dalam hal pemakaian. Anda tidak perlu kwatir
video anda aka cepat rusak meski sering diputar.
Apa itu
Format DVD
DVD
mempunyai format yang cukup banyak. Akibatnya, DVD belum mempunyai fomat yang
standar. Oleh karena itu, sebelum anda membeli DVD atau DVD writer, pastikan
format tersebut didukung oleh negara kita dan jika ingin dibawa ke tempat lain
pastikan dapat dibukan dengan memilih format DVD yang sesuai. Berikut berbagai
jenis DVD yang ada di pasaran:
- DVD-R
Format yang
paling banyak digunakan dibanding yang lain. Dapat dimainkan atau diputar di
kebanyakan DVD Player dan DVD-ROM komputer. Jadi, pastikan jika anda ingin
menulis data ke dalam DVD gunakan format umum yang satu ini.
- DVD+R
Format ini
mempunyai keunggulan dalam hal kecepatan. Meski format DVD+R lebih cepat
dibanding DVD-R, format ini belum tentu didukung oleh drive dengan format DVD-R
- DVD+RW (DVD-Re-recordable)
Format ini
sama dengan formaDVD-R, perbedaan DVD-RW dapat ditulis berulang hingga 1000
kali.
- DVD+RW (DVD+Rewritable)
Format ini
lebih diarahkan digunakan untuk kebutuhan seperti real time video recording.
Format ini dapat ditulis hingga 1000 kali.
- DVD±R
Bukan
merupakan salah satu jenis format DVD, melainkan drive yang dapat memainkan
standar DVD-R/W dan DVD+R/W.
- DVD-RAM (DVD-Random Access
Memory)
Format yang
bekerja layaknya flash disk atau disket. Kekurangan dari format ini adalah
DVD-RAM hanya bisa diakses oleh drive DVD-RAM.
- DVD-Video
Format ini
dipakai pada video dengan musik, kualitas pada video yang ditawarkan baik itu
video maupun audio, tajam, dan jernih. Namun, DVD-Video tidak memberikan
kualitas audio sebagus format DVD-Audio atau SCAD.
- DVD-Audio
Ditujukan
untuk data audio dengan kualitas tinggi dengan dukungan suara surround. Format
ini mampu menampung file musik kualitas tinggi selama 74 menit.
- SACD (Super Audio CD)
Format ini
memberikan kualitas audio yang tinggi. Untuk itu, DVD yang mengunakan format
SACD tidak bisa dimainkan di player dengan format DVD Video.
Apa itu Dual Layer
Sekeping DVD
yang mengunakan teknologi single layer pada umumnya dapat menampung data
sebesar 4,7 GB. Tetapi dengan perkembangan teknologi yang lebih hebat. Sekeping
DVD dapat menampung data hingga 17 GB. DVD jenis ini mengunakan teknologi double-sided
dan double layered. Sekeping DVD degan teknolgi single-sided
double-layered dapat menampung data hingga 8,5 GB.
Tahukan Anda?
DVD yang
anda lihat dengan mata telanjang terlihat jalur data berbentuk spiral. Pada
sekeping DVD yang mengunakan teknologi single layer, jalur data dimulai dari
lingkaran paling dalam ke lingkaran luar. Data yang dimasukan ke DVD sangatlah
kecil. Dimana setiap jalur dengan ukuran sekecil itu tedapat banyak jalur dalam
sekeping DVD. Jika anda menarik garis lurus dari data yag ada di sekeping DVD,
akan terdapat jalur sepanjang 7,5 mil! Yang artinya pada DVD yang mengunakan
double sided-double layer, garis lurus berupa data yang membentang akan lebih
jauh lagi yaitu, sepanjang 30 mil atau 48 km.
Seputar Pertanyaan yang sering muncul mengenai DVD
Kenapa saya
bisa menonton sebuah film sedangkan film lain ada yang tidak bisa?
Film DVD
memiliki apa yang disebut dengan “region code”, dan biasanya film tersebut bisa
dimainkan di negara dimana film itu dijual aau DVD-ROM tersebut dji jual. DVD
Player mempunyai region code yang terdapat di firmware. Firmware adalah
software yang terdapat di dalam suatu device yang mengatur apakah suatu data
dapat dibaca atau tidak.
Region Code
Terdiri dari
8 region, yang masing-masing hanya dapat diputar di negara-negara tertentu.
Jadi, region code 1 tidak bisa diputar di region code lain dan begitu juga
seterusnya untuk region code lain. Berikut code region-nya:
- Region 1 : Kanada, US (United
StatesO, dan sekitar US.
- Region 2 : Jepag, Eropa, afrika
Selatam, dan Timur Tengah (termasuk negara Egypt)
- Region 3 : Asia Tenggara dan
Asia Timur (termasuk negara Hongkong)
- Region 4 : Australia, New
Zealand, Pacific Islands, Amerika Tengah, Meksiko, Amerika Selatan, dan
Karibia
- Region 5 : Eropa Timur, Benua
India, Afrika, Korea Selatan, dan Mongolia
- Region 6 : Cina
- Region 7 : Dipakai untuk
keperluan akan datang
- Region 8 : kebutuhan khusus
seperti pelayaran dan pesawat terbang.
Kenapa harus
digunakan region code ?
Region code
pada awalnya digunakan untuk mengatasi masalah hak cipta yang ada dalam film.
Tapi tampaknya, usaha dari berbagi studio film untuk memberikan region code
pada film agar tidak terjadi pembajakan tidak berhasil karena banyak pembuat
DVD player membuat produk mereka agar dapat menjalankan berbagai jenis film
meskipun mempunyai region code yang berbeda-beda. DVD Player yang ada di
pasaran bahkan banyak yang bebas dari region code, dan biasanya disebut juga “Region
Free” atau “Code Free”.
Apa perbedaan
antara DVD-Audio dengan CD Audio?
Perbedaan
antara kedua format diatas terletak pada apa yang disebut dengan Sampling Rate.
Seperti yang kita tahu, data audio disimpan dalam bentuk digital dan akan
diubah ke analog saat anda mendengarkannya. Saat terjadi pengambilan data
digital untuk diubah ke analog dinamakan “samples” dan rata-rata pengambilan
data digital diukur dalam Hertz. Nah, rata-rata pengambilan data digital yang
nantinya akan diubah ke sinyal analog inilah yang disebut dengan sampling
rate. Sebagai informasi, sample rate yang dimiliki audio CD adalah 44.1 KHz
yang berarti terjadi pengambilan data sebanyak 44.000 kali dalam waktu satu
detik dan ukuran sample (bit) dari CD audio adalah 16 bit. Berbeda dengan CD
Audio, DVD-Audio memilik kapasitas yang lebih besar sehingga memungkinkan
penikmat musik untuk mendengarkan kualitas audio yang lebih tinggi dan durasi
yang lebih lama. Biasanya, DVD-Audio mengunakan sample rate 96.000 Hz (96 KHz)
dan 24 bit.
Bisakah
semua player memainkan semua format?
Kebanyakan
DVD Player yang ada sudah mendukung baik itu format DVD-R maupun DVD+R. anda
dapat mengeceknya pada buku manual DVD Player yang disertakan saat Anda
membelinya.
Apakah DVD
Writer sama dengan CD Writer atau hanya firmware-nya yang berbeda?
DVD write
atau CD writer mengunakan device, jenis laser, dan frekuensi yang tidak sama
satu dengan yang lainnya. Ada yang mengatakan jika saya memutar CD Audio
di DVD Player yang mendukung sistem tata suara 5.1 maka suara yang dihasilkan
lebih bagus di speaker dengan sistem tata suara 5.1. hal itu sebenarnya tidak
benar, meskipun beberapa player mampu melakukan emulasi dari sistem tata suara
stereo ke sistem tata suara 5.1
Blu-ray
Format baru
untuk menyimpan data berupa video. Format ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan
akan teknologi HDTV (High Definition TV) yang menjanjikan kualitas video yang
jauh lebih tajam. Sekeping Blu-ray dengan single-layer mampu menyimpan data
hingga 27 GB. Hal ini setara dengan 2 jam video dengan kualitas tinggi (high
defenition) atau sekitar 13 jam dengan kualitas video standar. Sedangkan untuk
double layer, mampu menampung hingga 54 GB untuk sekitar 4,5 jam video dengan
kualitas tinggi atau 20 jam dengan kualitas video standar. Bahkan ada rencana
untuk mengembangkan terus ukurannya hingga dua kali lebih besar.
Blu-ray
tidak hanya memberikan tempat penyimpanan yang lebih besar. Format ini juga
memberikan feature interaktif dimana penguna dapat terhubung ke Internet dan
men-download berbagai bahasa dan feature interaktif lainnya.
Asal kata Blu-ray
Nama blu-ray
diambil dari warna laser (blue) dan optik yang dipakai (ray). Dihilangkan kata “e”
disini karena masalah trademark dimana kata yang biasanya dipakai
tidak bisa dijadikan trademark.
Kentungan Blu-ray
- Merekam video dengan standar
HDTV tanpa adanya pengurangan kualitas sama sekali.
- Dapat dengan mudah loncat ke
bagian yang diinginkan seperti halnya DVD
- Dapat merekam sambil melihat
video yang ditampilkan
- Dapat mengedit atau menyusun
program yang telah ditulis layaknya seperti halnya harddisk
- Secara otomatis daat mencari
area kosong agar saat direkam tidak ada data yang tersimpan.
Flexplay,
Apakah itu?
Adalah
teknologi yang diciptakan untuk disk yang telah dipakai dapat rusak sendiri
secara otomotis dalam jangka waktu tertentu tanpa merusak Player anda.
Anda tentu
masih ingat film Mission Imposible, bukan? Dalam film itu ada adegan sekeping
disk yang rusak dengan cara meledakkan diri di adegan film tersebut. Konsep
film itu diambil oleh perusahan teknologi yang bernama Plexplay. Tapi
tidak sampai meledak seperti adegan di film “Mission Inposibble”!.
Teknologi
ini bekerja dengan cara mengunakan bahan kimia, dimana dlam jangka waktu
tertentu, DVD akan rusak sendiri dengan bantuan zat kimia yang ada di dalam
keping tersebut.
Format DVD Flexplay
ini diharapkan dapat digunakan untuk keperluan rental fim, dimana anda yang
suka meminjam film tidak perlu mengembalikan film lagi karena disk tersebut
dapat rusak otomatis tidak berfungsi tanpa merusakan media Player Anda.
Sumber : http://romezzoe.wordpress.com/2010/04/11/sejarah-singkat-dvd/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar